Ketua DPW PADUKA PRABU Kalbar Desak Pengawasan Ketat Program MBG Usai Muncul Keluhan Nasi Basi di Kubu Raya

Kilas Fakta Terkini,- Pontianak,- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PADUKA PRABU Kalimantan Barat, Ellysius Aidy PCLA, menanggapi serius keluhan orang tua murid terkait adanya temuan nasi basi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kabupaten Kubu Raya.

Menurutnya, kasus tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar program unggulan pemerintah pusat ini berjalan sesuai harapan.

“Keluhan orang tua murid terkait nasi basi dan menu yang tidak layak harus segera direspons dengan pengawasan ketat. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang karena dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG,” tegas Ellysius Aidy dalam keterangannya, Kamis (4/9).

Baca Juga  Lanal Bintan Selenggarakan RAPJ Tahun Buku 2024

PADUKA PRABU sebagai organisasi relawan yang mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mendukung penuh langkah Gubernur Kalbar yang mengusulkan agar pengelolaan MBG bisa dilakukan langsung oleh pihak sekolah, terutama bagi sekolah-sekolah yang lokasinya jauh dari sentra penyediaan MBG.

“Usulan Gubernur Kalbar agar sekolah mengelola MBG untuk wilayah dengan radius jauh dari dapur produksi sangat positif. Kami akan coba merekomendasikan hal ini kepada Presiden agar menjadi bahan pertimbangan untuk pelaksanaan MBG, tidak hanya di Kalbar tetapi juga di provinsi lain,” lanjut Ellysius.

Baca Juga  Kuasa Hukum:Rakyat Kecil Dipinggirkan Laporan Bertahun"Mengambang,Tanah Dirampas!

Selain itu, ia menekankan perlunya pengawasan ketat dan pemberian sanksi tegas kepada pihak pelaksana MBG yang tidak profesional atau tidak mematuhi standar pelayanan. Menurutnya, kejadian seperti makanan basi dan menu tidak layak sangat berpotensi menghambat keberhasilan program yang seharusnya mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat.

“Program MBG adalah langkah baik pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah. Namun, jika pelaksanaan di lapangan tidak diawasi dengan baik, tujuan mulia ini bisa tercoreng. Maka kami berharap pemerintah daerah benar-benar melakukan kontrol yang ketat,” tambahnya.

Baca Juga  Dandim 1209/Bky Hadiri Peresmian Jaringan Listrik Desa Suka Bangun

Ellysius juga mengajak semua pihak, termasuk orang tua siswa dan masyarakat umum, untuk ikut mengawasi pelaksanaan MBG. Ia menilai partisipasi publik sangat penting agar tidak ada lagi kasus serupa di masa mendatang.

“Program MBG harus menjadi kebanggaan bersama. Jangan sampai masalah teknis seperti nasi basi merusak tujuan besar pemerintah untuk menyiapkan generasi muda yang sehat dan cerdas,” pungkasnya.( tim/RUN)

 

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *