Kepala Desa Kecewa, PT WSL Diminta Lebih Transparan dalam Program CSR

Kilasfaktaterkini.com||Kubu Raya, Kalbar – PT Wana Subur Lestari (WSL) menggelar sosialisasi terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), konservasi hutan, serta program Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2025 di Gedung Serbaguna Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, pada Jumat (7/2/2025).

Acara ini dihadiri oleh jajaran manajemen PT WSL, perwakilan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kubu Raya, unsur Forkopimcam seperti Danramil dan Kapolsek, serta Camat Terentang. Turut hadir lima kepala desa dari Desa Permata, Sungai Radak 1, Sungai Radak 2, Radak Baru, dan Betuah, beserta kepala dusun dan anggota regu perbantuan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Darkerhutlah) se-Kecamatan Terentang.

Baca Juga  PT. LJA Diduga Timbun Akses Jalan dengan Galian C Ilegal di Serawai, Sintang

Dalam pemaparannya, PT WSL menjelaskan strategi mitigasi karhutla, program konservasi, serta realisasi CSR yang akan dijalankan pada 2025. Perusahaan menekankan komitmennya untuk menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program sosial dan pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan.

Selain itu, PT WSL juga menyampaikan Rencana Kerja Tahunan Pemanfaatan Hutan (RKTPH) yang mencakup aspek pengelolaan hutan lestari dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan serta pencegahan kebakaran hutan.

Meski acara berlangsung kondusif, sejumlah kepala desa menyampaikan keluhan mereka terkait realisasi program CSR PT WSL. Beberapa di antaranya mengungkapkan bahwa usulan program dari desa tidak banyak terealisasi pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga menimbulkan kekecewaan di masyarakat.

Baca Juga  Kebakaran di Kelurahan Kotabaru, Bhabinkamtibmas Pontianak Selatan Cepat Bertindak

“Kami berharap PT WSL lebih transparan dalam pelaksanaan CSR dan mendengarkan aspirasi desa. Jangan sampai hanya program formalitas tanpa dampak nyata bagi masyarakat,” ujar salah satu kepala desa yang hadir.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan PT WSL menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pelaksanaan CSR agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Perusahaan juga mengajak perangkat desa untuk berpartisipasi aktif dalam penyusunan program agar lebih sesuai dengan kebutuhan warga.

“Tentu saja tidak semua pengajuan bisa kami setujui, terutama yang bersentuhan dengan kebijakan dari pemerintah. Jika melanggar aturan, kami tidak berani. Semua harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas perwakilan PT WSL dalam acara tersebut.

Baca Juga  Hadapi Kemarau Panjang, PT Pelindo Regional 2 Pontianak Distribusikan 8.000 Liter Air ke Warga Kubu Raya

Camat Terentang dalam sambutannya mengapresiasi upaya PT WSL dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla serta komitmennya terhadap konservasi. Ia berharap sinergi antara perusahaan dan pemerintah desa dapat semakin ditingkatkan agar tercapai keseimbangan antara kepentingan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Sosialisasi ini menjadi ajang diskusi yang penting dalam mencari solusi terbaik untuk pengelolaan hutan secara berkelanjutan, serta memastikan bahwa program CSR benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat di Kecamatan Terentang.

 

 

Sumber: Zulkifli

Editor: Gugun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *