Sanggau, Kilasfaktaterkini.com|| Warga Desa Kuala Buayan, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, merasa cemas saat melintasi Jembatan Sungai Buayan yang baru selesai dibangun. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses penghubung dari jalan PT BHD ke sejumlah desa di pedalaman Kecamatan Meliau dan Kecamatan Kapuas ini diduga memiliki masalah struktural, meskipun baru rampung pada Maret 2024.

Pemerintah setempat, membenarkan keluhan warganya terkait kondisi jembatan yang baru digunakan selama sekitar 10 bulan. Menurutnya, sejumlah warga merasa takut jembatan tersebut akan ambruk karena beberapa bagian struktural terlihat sudah rusak. Jembatan ini bukan hanya menjadi akses utama bagi warga Desa Kuala Buayan, tetapi juga bagi desa-desa sekitarnya, seperti Desa Penyelimau dan Desa Bhakti Jaya.(04/10/2024).
Dari penelusuran di lapangan yang dilakukan oleh Awak media ditemukan bahwa pondasi beton penghubung jembatan sudah mengalami penurunan, bahkan sebagian susunan batu penahan tanah telah ambruk. Situasi ini memicu kekhawatiran warga, terutama pengguna kendaraan roda empat dan enam yang mengangkut barang. Salah satu warga menyebut bahwa ketakutan mereka semakin besar saat melihat kondisi baut-baut penahan besi yang mulai hilang atau longgar.

Masyarakat Desa Kuala Buayan mengungkapkan keprihatinan atas lemahnya kualitas proyek yang dikerjakan pada 2023 tersebut. Ironisnya, baik warga maupun pihak desa sudah lupa dengan nama perusahaan atau CV yang bertanggung jawab atas pembangunan jembatan ini, termasuk konsultan pengawas proyek. Anggaran untuk proyek ini juga tidak diingat secara pasti.
“Kalau pondasinya saja sudah mulai turun dan longsor, ditambah banyak baut yang hilang, jelas ini membahayakan keselamatan warga. Jembatan ini belum setahun, tapi kondisinya sudah memprihatinkan,” ungkapnya.Warga menilai pihak pelaksana proyek dan pengawas kurang serius dalam memastikan kualitas bangunan agar tahan lama.
Situasi ini, menurut warga, mencerminkan dugaan adanya ketidaksempurnaan dalam pengawasan, baik dari kontraktor maupun konsultan, serta pihak-pihak yang berwenang di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sanggau. Hal ini disinyalir sebagai bentuk kolusi yang mengorbankan keselamatan dan kepentingan publik.
Masyarakat berharap agar pihak berwenang bisa segera bertindak tegas dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pembangunan jembatan tersebut. “Kondisi jembatan ini seharusnya tidak terjadi jika pihak pengawas bekerja sesuai fungsinya. Ada dugaan kuat, proyek ini tidak dikerjakan sesuai dengan kontrak, atau bahkan ada pembagian keuntungan yang merugikan negara,” jelas seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Melihat pentingnya fungsi jembatan tersebut, warga berharap agar pemerintah segera melakukan perbaikan agar keamanan pengguna jalan tetap terjaga. Awak media sebagai kontrol sosial juga meminta agar tidak ada pihak yang merasa tersinggung atas pemberitaan ini, melainkan menjadikannya sebagai dorongan untuk memperbaiki mutu pekerjaan proyek-proyek publik.
Masyarakat juga berharap bahwa berita ini dapat menggugah kesadaran semua pihak untuk bersikap lebih profesional dalam menjalankan tugas dan menjamin keamanan serta kualitas pembangunan infrastruktur di daerah.
Sumber : Paulus D, Kabiro Sanggau,
Red || Gugun






