Diduga Pembangunan SMPN 3 Anjongan Mangkrak, Warga Desak Audit Menyeluruh

Kilasfaktaterkini.com||Mempawah, Kalimantan Barat – 26 Desember 2024,Proyek pembangunan SMPN 3 Anjongan di Jalan Raya Moton Tinggi, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, dilaporkan mangkrak dan tidak selesai dikerjakan oleh pihak pelaksana. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat setempat.

Proyek pembangunan ini dikerjakan melalui tiga paket lelang yang masing-masing dikelola oleh pelaksana berbeda. Paket pertama adalah pembangunan Ruang UKS dengan pagu anggaran Rp145 juta yang dikerjakan oleh CV Medan Jaya. Paket kedua mencakup pembangunan Ruang Laboratorium (Ruang LAP) dengan pagu anggaran Rp281 juta lebih yang dikelola oleh CV Armili Daya, sementara paket ketiga adalah pembangunan Ruang Kepala Sekolah dengan pagu anggaran Rp265 juta lebih yang dikerjakan oleh CV Nusantara Sakti Teknik.

Baca Juga  Lanjutkan Estafet Kepemimpinan, Christian Makunimau Siap Bangun Profesionalisme GABSI Kalbar

Namun, ketiga proyek ini dilaporkan belum rampung sesuai jadwal. Warga setempat mencurigai adanya kendala serius dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya. “Kami menduga ada ketidakberesan dalam pengelolaan proyek ini. Jika ada anggaran sebesar itu, kenapa pembangunannya tidak selesai tepat waktu?” katanya.

Warga mendesak pihak terkait, khususnya pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, untuk segera melakukan audit menyeluruh. Langkah ini dinilai penting demi memastikan tidak ada penyimpangan anggaran dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Baca Juga  Polda Kalbar Hadiri Pertemuan dan Doa Bersama Elemen Masyarakat, Perkuat Sinergi Antisipasi Situasi Terkini di Kalbar

“Kami ingin transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran. Jika ditemukan pelanggaran, pelaksana harus bertanggung jawab,” ujar salah seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek dan pihak sekolah belum memberikan klarifikasi resmi terkait keterlambatan pembangunan tersebut.

Tim investigasi media ini telah mulai melakukan penelusuran sejak Jumat, 5 Desember 2024, dan akan terus memantau perkembangan kasus ini. Transparansi dalam pengelolaan anggaran publik menjadi kunci kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.

Baca Juga  Polres Sekadau: Kebakaran Rumah di Desa Merapi Diduga akibat Korsleting Listrik

 

Tim-Inventigasi/Liputan

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *