Pontianak, Kalimantan Barat – Seorang pemuda berinisial Amad yang bekerja sebagai penghibur jalanan dengan kostum badut diduga kuat telah menculik seorang anak di bawah umur bernama Havis, untuk dipekerjakan sebagai badut di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat.(19/9/24).
Havis, yang lahir di Putusibau dan beralamat di Jalan Harapan Jaya, Gang Berkah Jaya, Kecamatan Pontianak Selatan, memiliki ciri-ciri wajah oval, kulit sawo matang, hidung mancung, dan rambut lurus yang dicat warna pirang. Anak laki-laki berusia sekitar 7 tahun tersebut diketahui hilang sejak dua hari yang lalu, setelah tidak pulang ke rumah.
Menurut Ita Purnamasari, ibu kandung korban, anaknya terakhir terlihat bersama teman-temannya sebelum diduga dibawa oleh Amad. “Sudah dua hari Havis tidak pulang. Kami baru tahu dari teman-temannya bahwa Havis dibawa oleh Amad,” ungkap Ita dengan penuh harap.

Setelah mengetahui hal tersebut, Ita segera melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian Polresta Pontianak. Dalam laporan tersebut, Ita menguraikan bahwa peristiwa bermula pada Selasa, 17 September 2024, sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, Havis bersama teman-temannya sedang berjualan kerupuk di Jalan Gajah Mada. Seorang pria yang mengaku bernama Amad mendekati mereka dan menawarkan pekerjaan sebagai badut di Sambas, dengan iming-iming gaji besar. Havis dan salah seorang temannya yang berinisial FR akhirnya ikut dengan Amad.
Namun, sejak saat itu, nomor telepon yang digunakan Amad memblokir semua panggilan dari pihak keluarga. Hingga kini, Havis belum kembali ke rumah.
“Amad memblokir nomor saya, dan sampai sekarang anak saya belum pulang. Saya berharap pihak berwenang segera melacak keberadaan Amad dan membawa anak saya kembali,” pinta Ita penuh harap.

Dalam perkembangan terbaru, pihak kepolisian telah menerima informasi bahwa Amad dan Havis terlihat di Kota Singkawang. Menindaklanjuti informasi tersebut, Polsek Pontianak Selatan langsung berkoordinasi dengan Polres Singkawang untuk melacak keberadaan pelaku dan korban. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa Amad dan Havis sedang dalam perjalanan kembali menuju Pontianak dengan pengawalan aparat kepolisian.
“Setelah mendapatkan informasi bahwa pelaku dan korban berada di Singkawang, kami segera berkoordinasi dengan Polres setempat. Saat ini, mereka sedang menuju Pontianak di bawah pengawasan petugas,” ungkap Bhabinkamtibmas Kelurahan Kobar.
Sesampainya di Pontianak, korban dikembalikan ke rumah orang tuanya dengan didampingi oleh aparat kepolisian, pihak kelurahan, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD), Babinsa, dan instansi terkait lainnya.
Irwansyah Bhabinkamtibmas, menegaskan bahwa kasus ini akan segera ditindaklanjuti oleh Polresta Pontianak untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Redaksi: Gugun






