Kilasfaktaterkini.com|PONTIANAK – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat secara resmi menetapkan Afriansyah (Aaf) sebagai Komandan Komando Inti Laskar Lapangan (KILL) DPP Laskar Pemuda Melayu Kalimantan Barat untuk masa bakti 2026–2031. Penetapan tersebut dilakukan di bawah kepemimpinan Panglima Besar DPP LPM Kalimantan Barat, Hadi Firmansyah (Adhi Black), sebagai bagian dari agenda konsolidasi organisasi dalam memperkuat struktur kepemimpinan serta meningkatkan kualitas kader di seluruh tingkatan organisasi.(Minggu 12 Juni 2026).
Keputusan tersebut merupakan bentuk kepercayaan organisasi terhadap dedikasi, loyalitas, integritas, dan rekam jejak kepemimpinan Afriansyah yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Koordinator Lapangan KILL DPP LPM Kalimantan Barat. Organisasi menilai pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kapasitas KILL sebagai unsur strategis yang memiliki peran menjaga soliditas internal organisasi sekaligus mendukung terciptanya stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Panglima Besar DPP LPM Kalimantan Barat, Hadi Firmansyah (Adhi Black), menegaskan bahwa Komando Inti Laskar Lapangan (KILL) memiliki fungsi strategis dalam menjaga disiplin organisasi, membangun loyalitas kader, memperkuat koordinasi internal, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah Laskar Pemuda Melayu.
Menurutnya, keberadaan KILL tidak hanya mencerminkan ketegasan organisasi, tetapi juga harus menjadi representasi sikap profesional, berintegritas, beretika, serta menjunjung tinggi supremasi hukum dan nilai-nilai kebangsaan.
Ia juga menekankan bahwa setiap kader KILL wajib menjadi teladan di tengah masyarakat dengan mengedepankan sikap santun, bertanggung jawab, menjunjung tinggi adat dan budaya Melayu, serta menghormati keberagaman sebagai kekuatan utama Kalimantan Barat. Organisasi, lanjutnya, harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, serta kondusivitas daerah.
Di bawah kepemimpinan Afriansyah, KILL DPP LPM Kalimantan Barat diarahkan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Daerah, TNI, Polri, lembaga adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen bangsa lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan Kalimantan Barat yang aman, damai, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam pernyataannya, Afriansyah menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan oleh pimpinan organisasi. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab melalui kepemimpinan yang mengedepankan profesionalisme, loyalitas, disiplin, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ia menyatakan bahwa KILL akan terus meningkatkan pembinaan kader secara berkelanjutan melalui penguatan kapasitas kepemimpinan, peningkatan kualitas organisasi, serta mempererat solidaritas internal dengan tetap berlandaskan nilai-nilai budaya Melayu yang menjunjung tinggi adab, amanah, persaudaraan, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman.
Bagi Laskar Pemuda Melayu Kalimantan Barat, marwah Melayu bukan sekadar identitas budaya, melainkan representasi nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu, seperti kejujuran, keberanian menegakkan kebenaran, amanah, tanggung jawab, kesantunan, penghormatan terhadap hukum, serta komitmen menjaga persatuan bangsa. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman moral organisasi dalam menjalankan setiap bentuk pengabdian kepada masyarakat.
DPP LPM Kalimantan Barat juga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya Melayu sebagai identitas yang memperkaya keberagaman Indonesia. Melalui pendekatan yang inklusif, organisasi berupaya memperkuat ruang kolaborasi lintas etnis, lintas agama, dan lintas budaya sebagai implementasi nyata semangat persaudaraan kebangsaan.
Dengan mengusung semboyan “Melintang Patah, Membujur Lalu,” kepemimpinan Afriansyah diharapkan mampu membawa KILL DPP LPM Kalimantan Barat menjadi organisasi yang semakin profesional, modern, adaptif, humanis, dan berwibawa. KILL diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengawal organisasi, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah, memperkuat persaudaraan, mendukung pembangunan, serta berkontribusi aktif menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Filosofi “Melintang Patah, Membujur Lalu” dimaknai sebagai simbol keteguhan hati, keberanian menghadapi tantangan, pantang menyerah dalam menjalankan amanah, serta komitmen untuk senantiasa menjaga marwah Melayu, memperkokoh persatuan bangsa, dan mengabdikan diri bagi kemajuan Kalimantan Barat serta Indonesia.
Melalui kepemimpinan baru ini, DPP Laskar Pemuda Melayu Kalimantan Barat menyatakan optimistis KILL akan semakin solid, profesional, dan mampu menjadi kekuatan sosial yang konstruktif dalam mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, harmonis, berkeadilan, serta berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Sumber: Tim Humas DPP Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat.
Red/Tim*






