Kilasfaktaterkini.com || Sanggau, Kalbar – Setelah hampir dua dekade lamanya, masyarakat Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, masih menantikan perbaikan dan pembangunan jalan poros Meliau/Bodok yang selama ini hanya mendapatkan perbaikan sementara dan tambal sulam di beberapa titik saja. Ruas jalan sepanjang 47 kilometer ini telah menjadi harapan besar masyarakat sejak 17 tahun lalu, namun hingga kini, penyelesaian jalan dan jembatan di jalur ini tak kunjung terealisasi secara menyeluruh.

Keluhan dan harapan disampaikan oleh dua orang perwakilan masyarakat Meliau kepada Awak media , yang menekankan betapa krusialnya proyek ini bagi kesejahteraan masyarakat. Mereka berharap agar pemerintah provinsi dan DPRD Kalimantan Barat mengalokasikan anggaran penuh pada tahun anggaran 2025 demi perbaikan menyeluruh dan tuntas jalan tersebut.
“Kami sudah sangat lelah menunggu. Setiap tahun harapan untuk jalan ini kembali ada, tapi hasilnya hanya tambal sulam yang kadang hanya di beberapa kilometer saja. Itu tidak cukup,” ujar salah satu warga. Menurutnya, jalan yang belum memadai ini bahkan telah berdampak langsung pada kondisi darurat kesehatan. Dia menceritakan pengalaman pribadinya ketika mengalami sakit keras yang membutuhkan penanganan cepat di rumah sakit, namun terhambat oleh kondisi jalan yang rusak sehingga waktu tempuh yang seharusnya hanya 1,5 jam menjadi 3,5 jam lebih.
Masyarakat dan pemerintah setempat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) telah berulang kali mengajukan permohonan anggaran pembangunan jalan Meliau-Bodok, namun sampai sekarang belum juga disetujui. Warga Meliau menyatakan bahwa proyek pembangunan jalan ini, bahkan jika dilakukan secara bertahap dalam bentuk proyek multiyears (tahun jamak), akan jauh lebih bermanfaat bagi kehidupan mereka dibandingkan anggaran tambal sulam yang selama ini disediakan.
“Harapan kami pada 2025 ini mutlak. Kami butuh pemerintah dan DPRD provinsi untuk benar-benar serius dan memiliki hati serta kepedulian terhadap kondisi kami,” tambah warga lain yang ditemui. Mereka menilai pembangunan infrastruktur ini adalah kewajiban yang seharusnya menjadi prioritas utama untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas masyarakat Sanggau menuju pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Warga dan Pemerintah Desa Meliau Pemerintah desa dan kecamatan Meliau juga turut mendukung suara masyarakat ini. Setiap tahunnya, mereka mengusulkan anggaran melalui Musrenbang tingkat kecamatan dan kabupaten, namun realisasi di tingkat provinsi sering terhambat karena kendala anggaran. Masyarakat menilai, jika pemerintah dan DPRD Kalimantan Barat benar-benar memiliki niat baik, anggaran yang cukup harusnya dapat diusahakan demi kesejahteraan masyarakat.
Masyarakat Meliau, yang telah lelah dengan kondisi jalan yang rusak parah dan hanya mendapatkan perbaikan parsial, kini hanya berharap agar keinginan mereka untuk pembangunan jalan poros Meliau-Bodok bisa terealisasi pada 2025, sehingga mereka tidak perlu menunggu lebih lama lagi.
(Oleh: Paulus D – Kabiro Sanggau)
Editor || Gugun






