Inflasi 0,07 Persen, Pemkot Pontianak Dinilai Berhasil Wujudkan Prinsip Welfare State

Kilasfakta.com | PONTIANAK — Warga Kota Pontianak patut berbangga. Langkah konkret Pemerintah Kota Pontianak dalam mengoptimalkan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menuai apresiasi luas, termasuk dari kalangan pengamat hukum dan kebijakan publik.

Dr. Herman Hofi Munawar, Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik, menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi yang dilakukan Pemkot Pontianak bukan sekadar pencapaian angka statistik, melainkan bukti nyata keberhasilan implementasi kebijakan publik yang terukur, terencana, dan responsif terhadap dinamika pasar.

Baca Juga  Hasil Lanjutan Sidang KKEP, Polri Tegas Tangani Kasus di Event DWP 2024

Menurutnya, strategi TPID yang berfokus pada ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, serta kelancaran distribusi merupakan kerja kebijakan yang tidak sederhana. Dibutuhkan analisis mendalam, koordinasi lintas sektor, serta sinergi kuat dengan berbagai pihak, khususnya dalam pengawasan langsung di lapangan.

“Ini menunjukkan birokrasi yang tidak pasif, tetapi responsif dan adaptif terhadap perubahan kondisi ekonomi,” tegas Herman Hofi.

Lebih lanjut, ia menilai kepiawaian Wali Kota Pontianak dalam mengidentifikasi risiko inflasi sejak dini serta kemampuan pemerintah daerah dalam memetakan potensi gangguan stabilitas harga sebelum terjadi merupakan ciri kebijakan publik yang proaktif, bukan sekadar reaktif.

Baca Juga  Perkim Kalbar Diduga Bermain Mata, Jalan Lingkungan di Sintang Cepat Rusak

Tak kalah penting, kebijakan ini juga secara konsisten menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah tekanan ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Dari sisi substansi hukum, Herman Hofi menekankan bahwa menjaga inflasi tetap rendah adalah bentuk perlindungan negara terhadap hak ekonomi warga. Dengan tingkat inflasi bulanan yang tercatat hanya 0,07 persen, Pemkot Pontianak dinilai berhasil memastikan stabilitas harga sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Warga Kodam Tanjungpura Gelar Tradisi Penyambutan dan Penerimaan Pangdam XII/Tpr

“Ini adalah wujud konkret pelayanan publik dan manifestasi nyata konsep welfare state, di mana negara hadir melindungi kepentingan ekonomi rakyat,” jelasnya.

Ke depan, ia mendorong agar Pemkot Pontianak terus melakukan penguatan peran SKPD, memperkokoh koordinasi lintas sektor, serta menjaga konsistensi kebijakan agar stabilitas inflasi dan daya beli masyarakat tetap terjaga secara berkelanjutan.

Sumber : Dr.Herman Hofi Munawar,SH
Red/gun*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *