Kilasfaktaterkini.com|PONTIANAK – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat menggelar rapat konsolidasi organisasi pada Sabtu (25/7/2026) sebagai bagian dari persiapan menjelang aksi damai yang dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang di Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pengurus dari berbagai tingkatan organisasi dan difokuskan pada penguatan koordinasi, pemantapan teknis pelaksanaan aksi, serta penyamaan persepsi terkait komitmen organisasi dalam mengawal proses hukum atas dugaan penghinaan terhadap marwah Laskar Pemuda Melayu.
Rapat dipimpin langsung oleh Panglima Besar Laskar Pemuda Melayu Kalimantan Barat, Hadi Firmansyah atau yang akrab disapa Adi Black. Turut hadir Panglima Muda LPM Kota Pontianak Ishak, S.H., Sekretaris Jenderal LPM Kalbar Ir. Hery Samsuri, Komandan Inti Laskar Lapangan (KIL) Provinsi Kalbar Apriansyah, S.Pd., M.Pd., Komandan TRC Rudy H., jajaran DPD, DPC, PAC, unsur KIL, TRC, serta para pengurus dan kader dari berbagai daerah.
Dalam arahannya, Adi Black menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Menurutnya, tingginya partisipasi pengurus menjadi indikator kuat bahwa organisasi tetap solid serta memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kehormatan dan eksistensi organisasi melalui mekanisme yang sah.
Ia menegaskan bahwa aksi yang akan dilaksanakan merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara damai dan konstitusional. Oleh karena itu, seluruh tahapan kegiatan telah dipersiapkan secara matang, termasuk penyusunan administrasi laporan, koordinasi lapangan, pengamanan internal, hingga pendampingan oleh tim hukum agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Forum ini bukan sekadar rapat persiapan, tetapi menjadi momentum memperkuat kesatuan langkah seluruh jajaran organisasi. Kami ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Adi Black.
Selain membahas aspek teknis, rapat juga menitikberatkan pentingnya menjaga etika organisasi selama aksi berlangsung. Seluruh peserta diingatkan agar mengedepankan sikap santun, disiplin, serta menaati arahan koordinator lapangan sehingga penyampaian aspirasi tetap berada dalam koridor hukum dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Komandan Inti Laskar Lapangan (KIL) Provinsi Kalimantan Barat, Apriansyah, S.Pd., M.Pd., dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota, melainkan dari tingkat loyalitas, disiplin, dan semangat pengabdian para kader.
Menurutnya, Laskar Pemuda Melayu dibangun atas dasar semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat, sehingga setiap kader memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik organisasi.
Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota agar terus memperkuat persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi organisasi maupun masyarakat. Menurutnya, solidaritas merupakan modal utama dalam menjaga eksistensi organisasi sekaligus memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui cara-cara yang bermartabat.
Dalam rapat tersebut, seluruh unsur kepengurusan menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan aksi damai secara tertib, damai, dan menghormati hukum. Koordinasi lapangan akan dipimpin oleh jajaran KIL bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dengan pendampingan tim hukum organisasi.
Melalui konsolidasi tersebut, DPP Laskar Pemuda Melayu Kalimantan Barat menegaskan bahwa agenda yang akan dilaksanakan merupakan bagian dari upaya organisasi dalam menyampaikan aspirasi melalui mekanisme demokrasi yang dijamin konstitusi. Organisasi juga berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung kondusif serta menjadi contoh penyampaian pendapat di muka umum yang tetap mengedepankan ketertiban, persatuan, dan penghormatan terhadap supremasi hukum.
Sumber: DPP Laskar Pemuda Melayu Kalimantan Barat.
Penulis/ M. Supandi.






