Pelaksanaan Proyek Perkuatan Tebing Sungai Melawi di Sintang Diduga Terlambat, Baru Mulai Digarap Pada November 2025! 

Kilasfakta.com – Sintang | Kalimantan Barat, 16 Desember 2025 – Proyek Pembangunan Perkuatan Tebing Sungai Melawi di Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, yang dikerjakan di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak, diduga mengalami keterlambatan signifikan. Berdasarkan penelusuran di lapangan, aktivitas fisik baru tampak dimulai pada awal November 2025, jauh melewati ketentuan waktu pelaksanaan yang tertera pada papan proyek.

Kontrak Sudah Ditandatangani Juni 2025, namun Pekerjaan Baru Dimulai November dan Papan informasi Proyek menunjukkan bahwa:

– Nomor kontrak: P.15.02.Bws-9.1/PPK/04/2025
– Tanggal kontrak: 12 Juni 2025
– Nilai kontrak: Rp 20.178.800.000
– Waktu pelaksanaan: 160 hari kalender
– Pelaksana: PT. Jaya Teknik Lestari
– Konsultan supervisi: PT. Duta Bhuana

Dengan durasi 160 hari kalender, semestinya proyek telah berjalan sejak pertengahan tahun 2025. Namun dokumentasi foto yang diambil pada 7 November 2025 menunjukkan bahwa kegiatan baru sebatas mobilisasi alat, penumpukan tiang pancang beton, serta pemasangan awal pondasi di tepi Sungai Melawi.

Baca Juga  Kapolri Nyatakan Komitmen Kawal Asta Cita Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Beberapa warga di sekitar kawasan Ladang, Kecamatan Sintang, mempertanyakan alasan Proyek yang menelan anggaran lebih dari Rp 20 miliar ini baru dimulai menjelang akhir tahun. Keterlambatan ini dikhawatirkan:

Menghambat upaya mitigasi Abrasi Sungai Melawi, yang dalam beberapa tahun terakhir meningkat.

Berpotensi mengganggu kualitas pekerjaan, karena kontraktor harus mengejar target waktu yang semakin sempit.

Menimbulkan risiko kegagalan pekerjaan, terutama jika pengerjaan berlanjut memasuki musim hujan dengan debit sungai tinggi.

Tidak Ada Penjelasan Resmi dari Instansi Terkait

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari:

– Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak

– PPK terkait proyek

– Kontraktor pelaksana

– Konsultan supervisi

Padahal menurut regulasi, pelaksana diharuskan memberi informasi progres pekerjaan kepada publik melalui papan proyek, laporan mingguan, maupun kanal resmi pemerintah.

Baca Juga  Kembali Dugaan Korupsi Dana Desa di Lakukan Oknum Kepala Desa Nanga Tangkit!

Proyek ini berada di tepi Sungai Melawi, tidak jauh dari pemukiman padat dan jalur aktivitas masyarakat. Erosi tebing di area tersebut sudah lama menjadi kekhawatiran warga, mengingat:

– Tanah mudah tergerus saat debit sungai naik.

– Jalan dan rumah di sekitar lokasi rentan terdampak abrasi.

– Infrastruktur sungai merupakan jalur ekonomi vital bagi Sintang.

Karena itu, keterlambatan proyek dapat berdampak langsung pada keselamatan dan aktivitas Warga.

Dengan sisa waktu pelaksanaan yang semakin sedikit, Publik membutuhkan kejelasan: apakah target Proyek tetap bisa diselesaikan tepat waktu, dan apakah kualitas pekerjaan tetap sesuai standar teknis mengingat mulainya pekerjaan yang telat.

Transparansi dari pihak PUPR, BWS Kalimantan I, serta kontraktor menjadi kunci untuk menjawab kecurigaan masyarakat mengenai keterlambatan progres lapangan.

Baca Juga  Aktivitas PETI di Semerangkai Rusak DAS Kapuas, Warga Desak Penegakan Hukum yang Tegas!

Jika Anda ingin, saya dapat membuat versi berita investigasi, versi untuk media cetak, versi singkat untuk rilis resmi, atau versi narasi video untuk YouTube/TikTok.

– Tanah mudah tergerus saat debit sungai naik.

– Jalan dan rumah di sekitar lokasi rentan terdampak abrasi.

– Infrastruktur sungai merupakan jalur ekonomi vital bagi Sintang.

-Karena itu, keterlambatan proyek dapat berdampak langsung pada keselamatan dan aktivitas warga. Publik Menunggu Kepastian Jadwal dan Kualitas Pekerjaan.

Dengan sisa waktu pelaksanaan yang semakin sedikit, publik membutuhkan kejelasan: apakah target proyek tetap bisa diselesaikan tepat waktu, dan apakah kualitas pekerjaan tetap sesuai standar teknis mengingat mulainya pekerjaan yang telat.

Transparansi dari pihak PUPR, BWS Kalimantan I, serta kontraktor menjadi kunci untuk menjawab kecurigaan masyarakat mengenai keterlambatan progres lapangan.

 

 

Tim Intivifigasi

Red/Tim*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *