Pontianak,KALBAR||Kilasfaktaterkini.com – Kegiatan wirausaha di Indonesia menjadi salah satu penggerak utama dalam memperkuat ekonomi nasional. Data per Oktober 2024 mencatat rasio wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,35% dari total angkatan kerja, sementara standar untuk menjadi negara maju memerlukan minimal 4%. Oleh karena itu, peningkatan jumlah wirausahawan menjadi penting untuk mengejar target tersebut dan mengurangi angka kemiskinan serta pengangguran terbuka, yang pada Februari 2024 tercatat sebanyak 149,38 juta orang.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) terus mengadakan berbagai program pelatihan guna menambah populasi wirausaha baru (WUB) pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Salah satunya adalah program bimbingan teknis yang diadakan di Kalimantan Barat.

Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin, Alexandra Arri Cahyani, menyampaikan pada pembukaan kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru IKM di Kalimantan Barat, Selasa (15/10), bahwa program ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan potensi daerah setempat. “Harapannya, kegiatan ini dapat memperkuat perekonomian lokal maupun nasional,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan kerja sama Ditjen IKMA Kemenperin dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI, Maman Abdurrahman, yang telah bermitra selama empat tahun. Bimbingan teknis kali ini berfokus di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
Kepala Dinas Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, yang diwakili oleh Kepala Bidang Industri, Hj. Kusmiati, SE, ME, menyatakan dukungannya terhadap program ini. “Kami berterima kasih kepada Kemenperin dan Pak Maman Abdurrahman atas kesempatan yang diberikan. Kegiatan ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Industri Kota Pontianak,” katanya.
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kubu Raya, Dr. M. Norasari Arani, juga menyambut baik program ini. “Saat ini, terdapat 21.357 UMKM di Kubu Raya yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), dan kami ingin terus meningkatkan jumlah tersebut. Kegiatan ini mendukung kebijakan Sistem Pelayanan Usaha Mikro Terpadu (SEPATU) yang kami jalankan,” tuturnya. Kebijakan SEPATU mencakup pendampingan legalitas usaha, peningkatan kapasitas, akses permodalan, peluang kemitraan, dan akses pemasaran.
Program Penumbuhan WUB IKM di Kalimantan Barat dilaksanakan pada 15-18 Oktober 2024 di Orchardz Hotel Ayani, dengan 11 sesi bimbingan teknis diikuti oleh 165 peserta. Di Kota Pontianak, fokus pelatihan mencakup kerajinan kayu, pemasaran digital, bengkel las, kerajinan logam, dan pembuatan bata ringan. Sementara itu, di Kabupaten Kubu Raya, bimbingan teknis meliputi batik, alas kaki, kerajinan kain perca, bengkel las, pemasaran digital, dan bengkel roda dua.
Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan bimbingan dari narasumber ahli yang berpengalaman. Mereka akan menerima materi teori dan praktik yang mencakup perizinan berusaha, sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), motivasi kewirausahaan, dan pelatihan teknis sesuai bidang masing-masing.
“Kami berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, peserta akan memperoleh wawasan, keterampilan, serta motivasi untuk memulai usaha,” kata Alexandra. Ia juga mendorong kerja sama dari berbagai dinas terkait di Kalimantan Barat agar memberikan tindak lanjut bagi para peserta setelah kegiatan selesai.
Alexandra menambahkan, pihaknya mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, asosiasi, pelaku usaha, akademisi, lokapasar, influencer, dan konsumen, untuk bersama-sama mendukung pengembangan wirausaha IKM di Indonesia sesuai kapasitas masing-masing.
Sumber : Reza
Editor || Gugun






